Tuban.org – Dengan menjadikan Tuban sebagai salah satu lumbung pangan nasional, membuat pemerintah Kabupaten Tuban selalu memberikan terobosan-terobosan kepada petani untuk meningkatkan hasil produktivitas pertanian.

Terbukti untuk hasil produksi pertanian Kabupaten Tuban semakin hari tambah meningkat, terutama untuk hasil panen jagung di Tuban selalu surplus dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Tuban bahkan luar daerah. Sehingga digadang-gadang menjadikan Tuban sebagai lumbung jagung nasional.

Melihat potensi luas lahan pertanian jagung di Tuban dan hasil panennya yang cukup besar, membuat Tuban sebagai lumbung jagung nasional. Selain itu dengan melihat jagung yang dihasilkan dari petani juga mempunyai kualitas bagus, menjadikan jagung dari Tuban layak untuk dipromosikan ke tingkat internasional untuk diekspor ke luar negeri.

Terbukti dari pemantuan Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI), untuk lahan pertanian jagung di Tuban sendiri terdapat sekitar 119 ribu hektar dan per tahun bisa menghasilkan sekitar 714 ribu ton jagung dengan hitungan dua kali panen. Dengan produktifitas jagung tersebut, Kabupaten Tuban mampu menyuplai kebutuhan jagung di Jawa Timur sekitar 17 persen.

Baca Juga:  Pengembangan Ekonomi Rakyat Tuban Untuk Entaskan Kemiskinan

Selain itu, keberadaan jagung dari wilayah Tuban rencananya juga akan dipasarkan ke Malaysia, dengan mengingat kebutuhan jagung di negara itu yang cukup tinggi. Rencananya di ada awal bulan Februari 2018 ini juga akan ada kunjungan dari Kementerian Pertanian Malaysia untuk melihat potensi dan hasil panen jagung di Tuban. Hal ini merupakan langkah konkret untuk menjadikan jagung Tuban menuju pasar internasional.

Adanya renacana untuk menjadikan Tuban sebagai lumbung jagung nasional dan mempromosikan jagung Tuban ke luar negeri, diharapkan hasil panen jagung di Tuban bisa terus ditingkatkan, baik dari petani lahan pribadi maupun yang di lahan milik Perhutani atau biasa disebut dengan petani Pesanggem.

Dengan menjadikan Tuban sebagai lumbung jagung nasional, diharapkan mampu untuk mensejahterakan para petani jagung dengan menjaga harga jagung tetap stabil. Selain itu juga perlu adanya sokongan dari pemerintah, untuk selalu memberikan terobosan-terobosan kepada petani dalam meningkatkan pengetahuan para petani,  agar mampu meningkatkan produktivitas, serta kualitas hasil panen para petani, seperti memberikan bantuan berupa peralatan pertanian, penunjang infrastruktur dan pelatihan. (moch)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *