Tuban.org – Kabupaten Tuban memiliki persoalan yang serius terkait dengan kondisi sosial ekonomi. Hal ini terlihat dari masih tingginya kemiskinan dan kesenjangan ekonomi rakyat Tuban. Jelas bahwa dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Tuban memang perlu ditempatkan sebagai prioritas utama oleh Pemda Tuban. Namun, mengingat keterbatasan kemampuan fiskal APBD Tuban, tentu tidak akan efektif bila hanya mengandalkan APBD. Pemda Tuban juga perlu melibatkan banyak pihak dalam menyelesaikan persoalan sosial ekonomi.

Sejatinya, Tuban memiliki potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan. Sayangnya, potensi tersebut belum dikelola secara optimal. Optimal maksudnya adalah mengembangkan potensi ekonomi dari hulu hingga hilirnya secara terintegrasi, sehingga manfaatnya tidak hanya dinikmati oleh masyarakat setempat, tetapi juga masyarakat lain secara berantai. Dalam bahasa ekonomi, manfaat ekonomi secara berantai tersebut disebut “multiplier effect economy”.

Tuban memiliki potensi wisata yang sangat beragam, mulai dari wisata alam, kuliner, dan wisata budaya yang dapat dikembangkan untuk menggerakan ekonomi rakyat. Sebagai contoh, Tuban memiliki beragam jenis kuliner yang khas. Bila kuliner Tuban ini dikembangkan dan dikemas dalam suatu paket wisata, tentunya ini berpotensi menimbulkan multiplier effect yang besar dalam menggerakkan ekonomi rakyat.

Baca Juga:  Mitos Kesejahteraan Driver Ojek Online

Tuban juga memiliki potensi wisata budaya dan sejarah yang beragam yang dapat dikembangkan menjadi sarana pengembangan ekonomi rakyat lainnya. Sayangnya, pengembangan tempat wisata budaya di Tuban masih relatif dangkal, sehingga multiplier effect-nya bagi ekonomi rakyat juga rendah. Dalam beberapa kasus, bahkan terdapat empat wisata yang terkesan terbengkalai, yang justru menjadi penyebab matinya kegiatan ekonomi rakyat.

Persoalan pengembangan ekonomi rakyat Tuban yang tak kalah penting lainnya adalah ketersediaan infrastruktur, khususnya pertanian. Saya mengamati, pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana pertanian, seperti waduk dan bendungan air, relatif tertinggal dibandingkan pembangunan infrastruktur lainnya di Tuban. Padahal, infrastruktur pertanian ini penting untuk menjaga usaha pertanian agar tetap berjalan dalam situasi musim apapun.

Sebenarnya, tidak terlalu sulit untuk memuliakan petani kita. Selain harus menyediakan saprotan dengan harga yang terjangkau, salah satu kuncinya adalah dengan menyediakan infrastruktur dasar yang memadai di kantong-kantong pertanian. Termasuk juga menjaga agar harga hasil panen produk pertanian tetap menarik, yang berarti Pemda Tuban perlu berkoordinasi dengan pusat-pusat logistik pertanian.

Baca Juga:  Pengadilan Rakyat: Cambuk Bagi Pemimpin Bangsa

Persoalan penting yang tidak bisa diabaikan dalam kaitannya dengan infrastruktur adalah aspek pemeliharaannya. Dalam konteks Tuban, masih dapat dijumpai infrastruktur yang kurang terawat, selain masih ada sarana infrastruktur yang belum termanfaatkan secara optimal. Padahal, konsekuensi dari pembangunan infrastruktur adalah komitmen untuk mengalokasikan dari APBD untuk biaya pemeliharaan.

Oleh: Sunarsip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *